KUALA LUMPUR: Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim semalam menerima kunjungan ulama terkenal Zimbabwe Dr Mufti Ismail Menk di Kompleks Seri Perdana, Putrajaya.
Datuk Seri Anwar Ibrahim menerima kunjungan dan mengadakan majlis ilmu bersama Mufti Dr Ismail Ibnu Musa Menk, Mufti Besar Zimbabwe di Kompleks Seri Perdana. – SADIQ ASYRAF / Pejabat Perdana
KUALA LUMPUR: Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim semalam menerima kunjungan ulama terkenal Zimbabwe Dr Mufti Ismail Menk di Kompleks Seri Perdana, Putrajaya.
Dalam kunjungan itu, perdana menteri memaklumkan beliau turut mengadakan majlis ilmu bersama Dr Mufti Ismail Menk membincangkan isu-isu berkaitan umat Islam.
“Saya dan hadirin mengambil peluang bermuzakarah bersama mufti menyentuh beberapa ittijahat (jalur pemikiran) umat semasa.
“Menyingkap soal fahaman agama yang melampau, tentunya ini berpangkal pada soal pendidikan, dan bagaimana masyarakat kita dididik dan diasuh.
“Sering diingatkan bahawa sayugia kita menjadi pendakwah dan bukan penghukum. Justeru penting untuk diketengahkan faham yang lebih sederhana, serta membudayakan Adab al-Ikhtilaf dalam menyikapi perbedaan pandangan.
“Turut disingkap ialah persoalan Adab al-Ikhtilaf serta kepentingan mewacanakannya seperti yang dikupas secara tuntas oleh Almarhum Shaykh Taha Jabir Alwani,” kata Anwar dalam hantaran di Facebooknya.
Kunjungan semalam turut disertai Syeikh Muhammad Salah dari Huda TV, Amerika Syarikat dan Syeikh Wael Ibrahim dari The Aware Academy, Australia
Perdana Menteri dalam pada itu berkata Malaysia akan mengambil langkah proaktif untuk menangani gejala Islamofobia yang membarah di negara luar.
“Hal ini akan menjadi kebijakan yang spesifik dalam Kementerian Luar Negeri,” katanya.
Ujar Anwar beliau rasa senang dan nyaman Mufti Menk dan rombongannya sepanjang keberadaan mereka di Malaysia malah ulama itu turut menyatakan hasrat untuk kembali dengan lebih kerap ke negara ini.
“Saya nyatakan bahawa pintu kita sentiasa terbuka dan mudah-mudahan negara tercinta ini sentiasa mendapat limpahan berkat dari Allah SWT,” katanya. — AlHijrah Online
Related
Discover more from ALHIJRAH ONLINE
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
Used to determine whether a user is included in an A / B or Multivariate test.
18 months
_ga
ID used to identify users
2 years
_gali
Used by Google Analytics to determine which links on a page are being clicked
30 seconds
_ga_
ID used to identify users
2 years
_gid
ID used to identify users for 24 hours after last activity
24 hours
_gat
Used to monitor number of Google Analytics server requests when using Google Tag Manager
1 minute
_gac_
Contains information related to marketing campaigns of the user. These are shared with Google AdWords / Google Ads when the Google Ads and Google Analytics accounts are linked together.
90 days
__utma
ID used to identify users and sessions
2 years after last activity
__utmt
Used to monitor number of Google Analytics server requests
10 minutes
__utmb
Used to distinguish new sessions and visits. This cookie is set when the GA.js javascript library is loaded and there is no existing __utmb cookie. The cookie is updated every time data is sent to the Google Analytics server.
30 minutes after last activity
__utmc
Used only with old Urchin versions of Google Analytics and not with GA.js. Was used to distinguish between new sessions and visits at the end of a session.
End of session (browser)
__utmz
Contains information about the traffic source or campaign that directed user to the website. The cookie is set when the GA.js javascript is loaded and updated when data is sent to the Google Anaytics server
6 months after last activity
__utmv
Contains custom information set by the web developer via the _setCustomVar method in Google Analytics. This cookie is updated every time new data is sent to the Google Analytics server.