BERAPA ramai di antara kita yang benar-benar mengambil berat tentang kesusahan hidup insan lain yang berada di sekeliling kita? Berapa ramai di antara kita yang selalu mendoakan saudara-saudara kita yang diuji dengan bencana, peperangan, dan sebagainya?
Penerima manfaat di Indonesia
Sedarkah kita, menyenangkan dan menggembirakan orang lain merupakan antara amalan yang paling disukai Allah?
Berdasarkan sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang bermaksud, “Wahai
Rasulullah SAW, siapakah orang yang paling disukai Allah? Dan apakah amalan
yang paling disukai Allah?
Nabi Muhammad SAW menjawab, “Orang yang paling disukai Allah ialah
orang yang paling bermanfaat kepada orang lain. Amalan yang paling disukai
Allah ialah kegembiraan yang engkau hadirkan buat seseorang Muslim, atau engkau
angkat kesusahan yang menimpanya, atau engkau langsaikan hutangnya atau engkau
hilangkan kelaparannya. Dengan aku berjalan bersama saudaraku untuk suatu
urusannya lebih aku suka daripada beriktikaf di masjid selama sebulan.” (Hadis
riwayat at-Thabrani)
Asnaf atau penerima manfaat merujuk kepada orang yang mendapat manfaat
atau keuntungan daripada orang yang memberi manfaat. Dalam konteks Islamic
Relief Malaysia (IRM), penerima manfaat IRM terdiri daripada golongan fakir,
miskin, ibu tunggal, anak yatim, warga emas, orang kelainan upaya (OKU) dan
lain-lain.
Pemilihan mereka sebagai orang yang layak menerima manfaat adalah
berdasarkan penilaian yang ketat dari pihak IRM bagi mengelakkan sebarang
perkara yang tidak diingini.
Nor Zafirah (kanan) bersama kanak-kanak pelarian di Somalia.
Dalam menjalankan setiap misi bantuan, roh kemanusiaan perlu diterapkan
dan ditanam di dalam jiwa setiap petugas supaya apa yang dilakukan lahir dari
hati yang ikhlas sehingga dapat menjiwai perasaan penerima manfaat.
Menerusi pelbagai projek bantuan seperti Pembangunan Komuniti, Ramadhan
Relief, Qurban, Cheer to School dan pelbagai lagi, setiap kakitangan IRM
digalakkan untuk turun ke lapangan bagi melihat dan merasai sendiri kehidupan
getir dan penuh cabaran yang dilalui oleh golongan tersebut.
Dengan itu, beberapa kelebihan akan diperoleh antaranya ialah dapat mewujudkan
rasa kehambaan dengan menziarahi saudara kita. Selain sangat dituntut agama, ia
dapat mengingatkan bahawa kita hanyalah seorang hamba yang layak diuji oleh
Pencipta kita.
Menyantuni pesakit katarak di Bangladesh.
Misi ini juga dapat meningkatkan rasa syukur dalam diri petugas.
Apabila melihat kehidupan orang lain yang lebih susah, rasa syukur dengan apa
yang dimiliki akan terbit dalam diri. Dengan melihat penderitaan insan lain
yang dilalui dengan penuh kepayahan, boleh membuatkan petugas insaf dan redha
dengan takdir yang ditentukan Ilahi.
Pengalaman bergaul dengan penerima manfaat ini juga banyak memberi
iktibar kepada petugas, dan dikongsikan kepada pihak lain untuk menjadi sumber
inspirasi buat mereka.
Rasulullah S.A.W dengan akhlak baginda yang terpuji seringkali
menggauli golongan asnaf ini. Bahkan, baginda berwasiat kepada Abu Dzar agar
mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka;
Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Kekasihku (Rasulullah) SAW
berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: (1) supaya aku mencintai orang-orang
miskin dan dekat dengan mereka,(2) beliau memerintahkan aku agar aku melihat
kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada
di atasku…” (Hadis Riwayat At-Tabrani dan Ahmad)
Oleh itu, perhatikanlah di sekeliling kita. Masih adakah golongan ini yang perlu kita santuni? Jika tiada, carilah. Carilah kerana mereka sebenarnya ada di celah-celah kehidupan kita. Di sebalik warna-warni hiasan duniawi, terselit hamparan kusam yang perlu diwarnai. Bantu dengan seikhlas hati. Jika tidak melalui sumbangan wang, bantulah mereka dengan tenaga, kata-kata semangat dan doa yang boleh menjadi penguat diri mereka.
* Nor Zafirah Zahari, Petugas Islamic Relief Malaysia
Related
Discover more from ALHIJRAH ONLINE
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
Used to determine whether a user is included in an A / B or Multivariate test.
18 months
_ga
ID used to identify users
2 years
_gali
Used by Google Analytics to determine which links on a page are being clicked
30 seconds
_ga_
ID used to identify users
2 years
_gid
ID used to identify users for 24 hours after last activity
24 hours
_gat
Used to monitor number of Google Analytics server requests when using Google Tag Manager
1 minute
_gac_
Contains information related to marketing campaigns of the user. These are shared with Google AdWords / Google Ads when the Google Ads and Google Analytics accounts are linked together.
90 days
__utma
ID used to identify users and sessions
2 years after last activity
__utmt
Used to monitor number of Google Analytics server requests
10 minutes
__utmb
Used to distinguish new sessions and visits. This cookie is set when the GA.js javascript library is loaded and there is no existing __utmb cookie. The cookie is updated every time data is sent to the Google Analytics server.
30 minutes after last activity
__utmc
Used only with old Urchin versions of Google Analytics and not with GA.js. Was used to distinguish between new sessions and visits at the end of a session.
End of session (browser)
__utmz
Contains information about the traffic source or campaign that directed user to the website. The cookie is set when the GA.js javascript is loaded and updated when data is sent to the Google Anaytics server
6 months after last activity
__utmv
Contains custom information set by the web developer via the _setCustomVar method in Google Analytics. This cookie is updated every time new data is sent to the Google Analytics server.